Laporan Sosialisasi Inpassing dan Pelatihan Emis

Jampet_ Hari ini KKM mengadakan Pelatihan Emis di MI Falakhiyah Jampet. Pada acara pelatihan yang diikuti oleh RA dan MI di Wilayah Ngasem itu juga disampaikan informasi tentang Inpassing yang disampaikan oleh Bu Lismiati (PPAI), sedangkan pengisian data emis difasilitatori Imam Muallim, S.Pd.I yang pada waktu sebelumnya telah ditunjuk oleh PPAI untuk mengikuti pelatihan di Bojonegoro.

Ada yang beda dengan pendataan Emis pada tahun ini dari pada tahun-tahun sebelumnya, karena pada kali ini pendataan emis dilakukan dengan menggunakan aplikasi Progresql III dan XAMP yang ternyata lumayan rumit pengaplikasiannya.Tentunya tidak memungkin untuk kami jelaskan disini tentang bagaimana cara pengoperasiannya.

Kaitannya dengan Inpassing, berikut ini kami laporkan garis besarnya saja, yaitu:

INPASSING JABATAN FUNGSIONAL GURU BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL (GBPNS)

1. Dasar Inpassing

  • Undang-Undang No. 14/2005 ttg Guru dan Dosen;
  • Peraturan Pemerintah No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  • Peraturan Pemerintah No. 74/2008tentang Guru;
  • Permendiknas No. 22/2010 ttg Perubahan atas Permendiknas No. 47/2007 tentangPenetapan Inpassing GBPNS;
  • Pedoman Pelaksanaan Jabatan Fungsional GBPNS yang Diterbitkan Bersama Ditjen PMPTK Kemdiknas dan Setjen Kemenag;
  • Surat Edaran Sekjen Kemenag RI No. SJ/B.II/Kp.04.c/757/2011 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penetapan Inpassing  GBPNS;

2. Pengertian dan Tujuan

  • Inpassing GBPNS adalah proses penyetaraan jabatan dan kepangkatan GBPNS dengan jabatan dan kepangkatan Guru Pegawai Negeri Sipil.
  • Inpassing (Penetapan jabatan fungsional GBPNS dan angka kreditnya) dibutuhkan untuk:
  1. Menetapkan kesetaraan jabatan, pangkat/ golongan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  2. Tertib administrasi GBPNS;
  3. Memberikan tunjangan profesi, tunjangan khusus dll. (kesejahteraan).

3. Persyaratan Inpassing

  1. Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1 atau D-IV (syarat kualifikasi tdk berlaku bagi yang sudah lulus sertifikasi);
  2. Guru tetap pada satuan pendidikan formal;
  3. Masa kerja sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun secara terus menerus pada 1 (satu) satuan pendidikan pada tanggal 30 Desember 2007, dan masih aktif melaksanakan tugas sebagai guru sampai saat ini;
  4. Usia setinggi-tingginya 59 tahun pada saat diusulkan.
  5. Memiliki NUPTK yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
  6. Memiliki beban kerja minimal 24 jam tatap muka per minggu dengan ketentuan: minimal 6 jam tatap muka pada satminkal.
  7. Melampirkan syarat-syarat administratif

4. DASAR PENETAPAN dan JENJANG JABATAN FUNGSIONAL HASIL INPASSING

Inpassing Jabatan Fungsional GBPNS dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan dua hal, yaitu:

  1. kualifikasi akademik; dan
  2. masa kerja.
Jenjang jabatan fungsional hasil inpassing adalah:
  1. Guru Madya;
  2. Guru Madya Tk. I;
  3. Guru Dewasa;
  4. Guru Dewasa Tk. I
  5. Guru Pembina.

Catatan :

•Inpassing GBPNS tidak ada kaitannya dengan pengangkatan PNS/CPNS dan tidak ada tunjangan Inpassing;
•Inpassing GBPNS dilaksanakan dan diselesaikan di tahun 2011;
•Guru RA/Madrasah yang sudah mendapatkan SK Penetapan Inpassing dari Kementerian Pendidikan Nasional, SK Penetapannya berlaku dan tidak perlu mengajukan inpassing ulang;
•Sementara yang sudah pernah mengajukan, tetapi belum keluar SK Penetapannya, maka harus mengajukan kembali ke Kementerian Agama dengan syarat sebagaimana telah diatur.
•Para Kabid Agar melakukan tindakan seperlunya, termasuk mengalokasikan anggarannya;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s