>Adab Berjalan

>ADAB BERJALAN

Sesungguhnya ada adab atau tatakrama ketika kita berjalan, wahai anak-anak yang mulia, supaya kita selamat dari hal-hal yang tidak kita inginkan dan hidup secara terhormat diantara sesama manusia.
1. Dahulukanlah kaki kiri ketika kamu keluar dari rumah dan mengucapkan doa bismillahi tawakkaltu ’alallohi walaa haula wa laa quwwata illaa billaahil ’aliyyil ’adhim.dan berjalanlah untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kau sendiri maupun orang lain, dan jangan berjalan untuk tujuan maksiat atau untuk mendzalimi seseorang. Karena sesungguhnya kakimu, sebagaimana anggota badanmu yang lain, adalah amanah untukmu, dan akan bersaksi dengan apa saja yang kamu lakukan kelak di hari qiyamat.
2. Hendaknya kamu berjalan dengan kecepatan sedang. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu pelan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW ”Jalan yang cepat itu menghilangkan kewibawaan seseorang”. Tetapi ketika kita memiliki suatu keperluan yang menuntut kita untuk berjalan cepat, maka kita diperbolehkan untuk berjalan cepat. Di dalam sebuah hadits deceritakan Nabi bersabda ” Di waktu shalat ashar, maka cepatlah”. Lalu Nabi masuk rumah, maka orang-orang pun kaget dengan ketergesa-gesaan Nabi. Lalu Nabi bersabda ”Saya ingat dengan lantaan emas yang saya miliki, maka saya benci jika itu menghalang-halangi. Lalu saya perintahkan untuk membaginya”.
3. Dan janganlah engkau berjalan dengan satu sandal. Hendaklah kita berjalan dengan ke dua sandal (sepasang), dan ketika melepas, lepaslah keduanya. Dan janganlah berjalan di muka bumi dengan kesombongan, atau berjalan berlenggang-lenggang untuk menunjukkan kegagahanmu. Didalam sebuah hadits diceritakan Nabi SAW melihat Abi Dujanah, dan dia berjalan dengan sombong di antara dua barisan di dalam perang uhud. Maka Nabi bersabda Sesungguhnya ini adalah jalan yang Allah membencinya kecuali di tempat ini. Dan di dalam hadits lain diceritakan ”Diantara banyak laki-laki berjalanlah salah seorang diantaranya dengan mengagumi dirinya sendiri, serta sambil menyisir rambutnya dan melenggang-lenggang (dengan sombong), tiba-tiba Allah menjerumuskannya di dalam tanah, maka dia terkubur di dalam tanah itu sampai hari qiyamat.
4. Dan janganlah kita menggeleng-gelengkan kepala tanpa tujuan yang jelas, atau bergerak dengan gerakan yang tidak patut, lebih-lebih menirukan gerakan wanita. Nabi Muhammad SAW benar-benar melaknat kepada orang-orang laki-laki yang meniru wanita. Dan janganlah kita dengan sengaja memandang ke arah jendel-jendal atau pintu-pintu rumah orang lain, atau kepada wajah-wajah orang yang sedang berjalan maupun yang sedang berkendara, khususnya kepada wanita lain yang bukan muhrim kita, karena pandangan itu bisa menimbulkan syahwat di dalam hati kita, dan juga bisa menimbulkan pikiran rusak (piktor_pikiran kotor) dan lebih jauh lagi bisa menimbulkan maksiat perzinahan, yang merupakan salah satu dari dosa besar. Dan mintalah perlindungan kepada Allah dari melakukan dosa-dosa besar tersebut. Dan janganlah kita berjalan diantara dua perempuan, karena dikhawatirkan kita akan melihat atau memegang wanita yang bukan muhrim itu.
5. Dan ketika kamu melihat masyarakat yang sedang bertikai atau tidak rukun, maka rukunkanlah mereka jika kamu mampu, karena setiap mukmin itu adalah saudara, maka ciptakanlah kerukunan diantara saudara-saudaramu itu. Nabi bersabda kepada para sahabat :”Apakah saya tidak pernah mengabarkan tentang sesuatu yang lebih utama dari derajat puasa, shalat dan shadaqah? Para sahabat menjawab iya. Lalu Nabi bersabda:”Mendamaikan orang-orang yang sedang bertikai”. Karena kerusakan yang ditimbulkan akibat pertikaian adalah bukan hanya sekedar putusnya rambut, melainkan putusnya agama. (Atau lepasnya agama, dari kehidupan kita, karena kita sudah tidak lagi mendengarkan peraturan agama). Jika kita tidak mampu mendamaikan mereka, maka menjauhlah dari mereka dan jangan berteman (memihak salah satu dari mereka) atau memberikan mereka kesempatan untuk terus bertikai.
Dan begitu juga ketika kita berada diantara orang-orang yang bercanda-canda, atau membicarakan hal-hal yang tidak patut, atau pembicaraan mereka menyakiti hatimu, maka menjauhlah dari mereka dan jangan perdulikan mereka.
6. Dan ucapkanlah salam ketika kamu bertemu dengan seseorang, meskipun kamu tidak kenal. Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi : Bagaimanakah islam yang bagus itu? Nabi menjawab :”Memberikan makan, mengucapkan salam kepada orang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”. Dan hendaknya kamu bertemu dengan mereka dengan wajah yang murah senyum. Dan juga disunnahkan untuk bersalaman dengan mereka. Dan di dalam sebuah hadits diceritakan ”Tidak ada dari orang-orang islam yang saling bertemu kemudian mereka bersalaman kecuali diampuni dosa keduanya sebelum mereka berpisah. Dan jika kamu berjalan dengan orang yang lebih tua dari kamu, maka hendaknya kamu berada di sebelah kirinya (dia berada di sebelah kanan kamu), dan mundurlah sedikit. Dan janganlah kamu suka berjalan dengan seseorang di belakangmu, dan janganlah kamu benci jika ada seseorang yang berjalan di depanmu. Karena yang demikian itu adalah perilaku orang-orang yang sombong.
7. Dan ketika kamu berjalan, pilihlah jalan yang tidak bersih, agar kamu tidak terkena kotoran-kotoran, dan jauhilah jalan yang bisa membuat kamu terpeleset, dan janganlah kamu berjalan di jalan yang sempit yang kotor (jalan pintas) walaupun jalan itu bisa membuatmu lebih cepat sampai pada tujuanmu. Karena hal itu terkadang membuatmu mencium yang bau, atau memandang hal-hal yang tidak baik. Dan janganlah kamu berjalan di tempat yang ramai, akan tetapi jika kamu harus melewatinya, maka jagalah barang-barang yang kamu bawa, baik buku-buku ataupun uang agar tidak hilang. Dan berhati-hatilah.
8. Dan jangan sekali-kali kamu berjalan dengan kedua tangan berada di pinggang kamu (malangkerik) karena yang demikian itu adalah perilaku orang-orang yang sombong, dan perbuatan iblis, dan perbuatan kaum yahudi di dalam sembahyang mereka. Dan janganlah kamu berjalan sambil makan atau sambil nyanyi-nyanyi, atau mengeraskan suaramu, atau berhenti di tengah jalan untuk melihat hal-hal yang tidak berguna, atau untuk menghalang-halangi orang yang berjalan. Karena kesemua itu bukanlah akhlaq yang baik untuk orang yang sedang berjalan.
Dan jika kamu bertemu dengan teman kamu, maka janganlah kamu semena-mena, atau menghentikannya tanpa tujuan yang jelas. Dan jika bertemu dengan orang yang membutuhkan, maka bantulah dia. Atau jika bertemu dengan orang yang tersesat maka tunjukkanlah arah yang benar, atau jika kamu bertemu dengan orang buta, maka tunjukkanlah jalan yang benar, lebih baik lagi tuntunlah orang buta itu sampai ke tujuannya. Nabi bersabda ”Barang siapa yang menuntun orang buta sebanyak empat puluh langkah, maka wajib baginya surga”. Dan jika kamu hendak berjalan, janganlah kamu tergesa-gesa, tengoklah kanan kiri dulu biar selamat dari kecelakaan.
9. Dan jangan lah kamu buang hajat (kencing atau berak) di tengah jalan, seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak berakhlaq dan tidak mau menjaga kesehatan umum. Di dalam hadits dikatakan ”Barang siapa menyakiti kaum muslimin di jaan mereka, maka wajib baginya laknat dari kamu muslimin itu”. Tetapi sebaliknya, buanglah dari jalanhal-hal yang bisa menyakiti orang yang lewat di situ. Dan Nabi juga bersabda ”Saya benar-benar bertemu dengan seorang laki-laki yang mondar-mandir di surga karena sebuah pohon yang dia potong dari atas jalan, yang (pohon itu) bisa menyakiti kaum muslimin”.
10. Dan jika kamu hendak masuk rumah, dahulukanlah kaki kananmu. Ucapkanah salam. Dan jika tidak ada seseorang di rumah ucapkanlah Assalamu alaina wa alaa ibaadillahish sholihin. Dan berdoalah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s