>Adab Duduk

>ADAB DUDUK

Seorang anak bisa diketahui apakah dia berakhlaq atau tidak dari cara dia bergerak atau diam. Maka ketika kamu duduk, ikutilah nasihat-nasihat berikut ini.
1. Duduklah dengan bagus.
Duduklah dengan lurus dan tenang. Dan janganlah kamu membelokkan kepala atau badan kamu, atau menjuluirkan kakimu ke depan, dan janganlah kamu menekuk-nekuk jari tangan dan kakimu (Ben muni jethut), dan jangan memotong kuku di depan orang banyak. Dan jika kamu duduk di atas kursi, jangan lah kamu melipat kaki, dengan menaruh salah satu kakimu di atas kakimu yang lain dan janganlah kamu menggerak-gerakkannya. Dan jika kamu ingin memanggil seseorang, janganlah kamu memanggil dengan gerakan jari atau kepalamu, tetapi panggillah dia dengan suaramu yang pelan dan sopan, dan janganlah kamu bercanda dengan canda yang tidak patut, atau tertawa tanpa sebab, atau memperbanyak bercanda dan tertawa.
Dan jangan lah kamu berbicara dengan suara keras, atau mengumpat, menjelek-jelekkan dan menyebar aib orang lain. Sebagaimana sabda Nabi ” Almujalisu bil amanah”. Dan janganlah kamu berbohong untuk membuat orang lain tertawa. Nabi bersabda ” Celakalah orang yang bercerita dengan cerita bohong untuk membuat orang-orang tertawa, celakalah dia, celakalah dia.”
2. Dan jagalah sikap kamu ketika duduk.
Jika kamu berada di majlis yang tenang dan gembira, maka gaulilah mereka dengan tenang dan gembira. Dan jika kamu berada di majlis yang sedang sedih, maka tunjukkanlah rasa belasungkawa kamu. Dan janganlah kamu tertawa di majlis yang sedih, atau bersedih di majlis yang sedang gembira.
Dan berilah tempat bagi mereka yang mau duduk. Dan bergaullah dengan teman dudukmu dengan sikap yang baik, murah senyum dan memperhatikan apa yang dia bicarakan. Jangan mengganggu mereka, tetapi mulyakanlah semua yang ada di majlis itu, terutama kepada orangtuamu, gurumu dan semua orang yang lebih tua dari kamu. Maka berdirilah ketika mereka datang, berilah mereka tempat di depan dan kamu mengmbil tempat agak belakang.
3. Dan ketika kamu masuk ke suatu majlis, maka ucapkanlah salam dan kemudian menyalami orang yang ada di dalam majlis itu satu persatu. Dan mulailah dari sisi kanan. Dan apabila kamu hendak keluar ucapkan salam juga.
4. Dan jangan sekali-kali kamu mengambil tempat duduk orang lain, dan menyuruh orang itu pindah ke tempat lain, karena itu adalah haram. Ketika ada salah seorang berdiri dari tempatnya, dan kamu duduk di tempatnya, kemudian orang itu kembali untuk duduk di tempat itu lagi, maka berikanlah tempat itu padanya, karena dia lebih berhak untuk duduk di situ.
5. Dan janganlah kamu memisahkan dua orang yang sedang berbicara, dengan duduk diantara keduanya, kecuali mendapatkan izin dari mereka.
6. Apabila majlis telah penuh, maka janganlah kamu memaksakan diri untuk masuk ke dalam majlis itu, kecuali kalau kamu melihat ada tempat yang masih kosong di dalamnya.
7. Dan janganlah kamu duduk di tengah-tengah majlis, karena orang yang duduk di tengah majlis itu dilaknat. Karena kalau kita duduk di tengah-tengah, tentu ada salah satu dari mereka yang kita belakangi, dan itu bisa menyakitkan hati orang itu.
8. Usahakanlah untuk duduk menghadap qiblat. Karena sebaik-baik majlis adalah yang menghadap qiblat.
9. Pilihlah majlis yang baik, yang bermanfaat untuk urusan agamamu dan duniamu. Dan jauhilah majlis yang jelek, majlis yang di dalamnya hanya bersenda gurau dan tidak mengingatkan kita pada Allah. Karena kalau kita berada di majlis itu, kita diibaratkan seperti bangkai himar, dan kelak di akhirat nanti akan merugi.
10. Dan jauhilah majlis yang di dalamnya teradapat perbuatan-perbuatan munkar. Seperti majlis yang disitu dimainkan alat musik gitar atau disediakan minuman keras. Dan apabila kamu tidak menemukan majlis yang baik, maka sendirian itu lebih baik untukmu.
11. Dan janganlah kamu bergabung dengan orang-orang yang sedang membicarakan sesuatu yang rahasia. Karena nanti kita justeru akan cenderung untuk berusaha mendengarkan dan ingin mengetahui rahasia mereka, sedangkan mereka pasti tidak menginginkan hal itu. Jika itu kita lakukan, maka kelak di akhirat nanti, telinga kita akan di masuki timah yang telah dipanaskan.
12. Dan ketika kamu masuk suatu majlis, pilihlah tempat duduk yang lebih dekat dengan kamu.
13. Ketika kamu hendak duduk di dalam masjid, maka niatkanlah i’tikaf, agar kita memperolah pahala. Dengan menepati adab di dalam masjid. Dan jangan lah kamu bercanda di dalam masjid, atau membuat kegaduhan di dalamnya, sehingga mengganggu orang-orang yang sedang shalat. Tetapi akan lebih baik jika kamu sibukkan diri dengan membaca Qur’an, berdzikir atau membaca shalawat. Dan jangan sekali-kali membicarakan urusan dunia di dalam masjid, apalagi membicarakan hal-hal yang diharamkan. Karena itu bisa menghapus pahala kita, seperti hewan-hewan yang memakan rerumputan.
14. Janganlah kamu melangkahi bahu orang-orang yang sudah duduk sebelum kamu, kecuali kamu melihat ada tempat kosong di shaf depan.
15. Hindarilah kebiasaan-kebiasaan jelek ketika kamu duduk di dalam suatu majlis. Seperti memasukkan jarimu ke dalam telingamu, hidungmu atau mulutmu. Atau sibuk membersihkan gigimu. Dan ketika kamu membuang ingus, buanglah dengan sapu tangan, dan jangan melakukannya langsung dengan tanganmu, dan dengan suara yang tidak keras. Dan ketika kamu batuk, maka tutupilah mulutmu dengan sapu tanganmu, agar tidak menular kepada orang lain. Dan ketika kamu menguap maka tutupilah dengan tangan kirimu bagian luar.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s